Laman

Kamis, 21 Juni 2012

Problema


Satu problema yang kuhadapi sangat rumit, hingga kadang aku harus merenung untuk memikirkan jalan keluarnya. Sejauh ini belum kutemukan cara penyelesaian yang terbaik..

antara cinta dan keluarga.. mungkin itulah satu judul yang cocok untuk menceritakan kisahku. Aku mencintai seseorang, yang tak disetujui oleh keluargaku. Alasannya adalah adat.. entah seperti apa kedudukan hukum adat di dunia ini, gampang – gampang susah menurutku.. kalo ada yang sesuai dengan keadaanku, aku setuju, tapi jika tidak, aku ingin berontak..

Wanita itu satu daerah dengan istri kakak ku.. dan oleh adat disana tak diperbolehkan kakak beradik menikahi wanita dalam satu daerah. Begitu kata kakak ku.. Meskipun aku tak setuju, aku selalu mencoba untuk tidak apatis dengan perkataan mereka.. selalu ku coba menimbang dan mencari kebenaran...

Suatu hari sehabis idul fitri.. semua keluargaku berkumpul.. sebelumnya aku tak tau apa maksud semuanya. Hingga akhirnya aku mengerti bahwasannya musyawarah itu adalah untuk melarang ku berhubungan dengan wanita yang kucintai..

Sungguh perih hatiku tersayat waktu itu, entahlah... Karena aku mungkin mencitainya dan dia mencintai aku.. Semangat hidupku kian surut, jadilah aku seorang yang mbambung.. tak peduli cuek.. aku cuma haus akan ketenangan.. dan kebenaran..

Gunung demi gunung ku daki, sebagai pelampiasan rasa ketidak puasanku atas keadaannku.. Pikiranku cuma satu waktu itu, Andai saja aku mati di gunung, maka aku tak akan menyesalkannya.. Tak ada yang ku takutkan.. bahkan kematian sekalipun..

Hari terus berganti.. tak terasa 3 tahun sudah hubungan kami, karena kami terus berhubungan meskipun tak ada yang tahu, bahkan keluargaku. Entah apa yang ku pikirkan pada saat itu, yang pasti aku mencintainya.. dan aku percaya bahwa kalau jodoh aku pasti dapat bersanding dengannya.. meski begitu aku tak pernah sekalipun membenci keluargaku.. biarlah mereka berjalan pada pikiran masing – masing.. aku tak akan menikah tanpa persetujuan mereka, dan aku tak akan menikah dnegan orang yang tidak aku cintai..

Biarlah waktu mencatat semuanya.. setiap rasa dalam detik kehidupanku.. hingga suatu saat nanti Allah akan berttindak.. Aku tahu Dia mengerti yang aku butuhkan, bukan yang kuinginkan..

Kepasrahan – demi kepasrahan semakin menghempaskan ku ke sudut sepi di kota yang ramai ini.. terlalu lama aku pergi.. benarkah aku adalah orang yang pengecut untuk mengutarakan cinta ?.. akh.. biarlah mereka berkata.. biar mereka bicara.. toh angin akan menelan semuanya... karena mereka tak tahu apa sebenranya yang kurasakan... entah sampai kapan....

2 komentar:

  1. waduh ada adat yang seperti itu kah..?

    dengan istri kakaknya masih ada hubungan darah kah..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada... malah sebelumnya mereka gak saling kenal..... Rumahnya juga berjauhan.. Lain Kelurahan....

      # ngenes...

      Hapus

Sebenarnya blog ini berisi catatan bebas, yang tak berarti apa - apa, jadi jangan terlalu diambil hati. Jika ingin berkomentar mohon berkomentar secara bijak. Suwun..