Laman

Jumat, 03 Agustus 2012

Telah Kembali...


Beberapa jam yang lalu Simbahku meninggal dunia. Kabar itu ku terima sesaat sebelum aku berangkat sholat jum'at. Jarak yang jauh menjadikan diriku tak sempat melihatnya untuk terakhir kali. Memang aku sudah dikabari 2 hari yang lalu bahwa simbah ku sakit. Mungkin karena sudah tua, pikirku. Sempat terbesit dalam pikiranku andaikan beliau meninggal, itulah kenapa aku tidak terlalu kaget oleh kabar meninggalnya simbahku.

Simbah ku ini adalah orang yang istimewa menurutku, sahabat semua tahu ? Simbahku lahir tahun 1918, saat Belanda masih menjajah negeri kita ini, bahkan beliau merasakan penjajahan Jepang waktu itu.
Dan luar biasanya, Simbah tidak pikun walaupun sudah tua, dia tetap suka bercerita tentang masa-masa dulu, bahkan Simbah menguasai bahasa Jepang dan sedikit Belanda... sayangnya Beliau tidak bisa menulis huruf latin, melainkan dengan huruf jawa Honocoroko.. Luar biasa..

Pekerjaan terakhir Simbah adalah sebagai penganyam bambu, ibaratnya beliau tukang servis cething (bakul) tampah (tempeh/tampir) sampai membuat gribig, bahkan membuat kuda lumping. Dan parahnya tidak satupun cucu-cucunya menuruni bakat beliau, atau mungkin lebih karena anak sekarang malas belajar, karena jaman sudah semakin instan.

Pernah suatu kali aku bertanya, kenapa simbah panjang umurnya, sedangkan orang-orang seangkatan beliau sudah meninggal. Dan jawaban yang ku dapat adalah, bahwa beliau pandai mengontrol emosi, tidak pernah marah, bahkan dendam, atau sekedar nyengiti (baca: membenci).. Dan sampai tua pun beliau masih suka bercanda bersamaku. Aku adalah cucu dari anak beliau yang pertama (ibuku), dan aku anak terakhir. Entah kenapa aku merasa akrab dengan beliau.

Aku mengharapkan beliau bersama kami untuk waktu yang lebih lama lagi, tapi akupun sadar bahwa setiap perkara sebenarnya telah tertulis pada sebuah catatan oleh Gusti Allah. Akhirnya kami cuma bisa berdoa semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau...

Maaf Kakek.. Aku belum bisa menjengukmu...
Mungkin besuk aku pulang....

20 komentar:

  1. Innalillahi wa'inna ilaihi Raji'un..semoga simbahnya mendapatkan tempat terbaik di sisiNYA. Dan segala hal baik menjadi amal yg tiada henti dilairakan pahalanya.

    Sewaktu Embah saya meninggal, saya juga tidak bisa mengantarkan ke peristirahatn terakirnya. Semoga doa dan kebaikan senantiasa di limpah pada beliau:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih mbak ririe... aminn..

      Hapus
  2. innalillahi.. semoga amal ibadah beliau diterima Allah :)

    si mbah yang penuh inspirasi

    BalasHapus
  3. ngaturaken bela sungkawa,
    semoga Allah menerima di sisiNya.

    BalasHapus
  4. semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau..

    dan semoga jawaban atas pertanyaan di atas dapat menjadi warisan bagi anak cucu beliau.. :)

    BalasHapus
  5. turut berduka cita bro..
    lumayan panjang juga ya usianya
    aku juga masih punya buyut yang tersisa tapi entah berapa umurnya
    mungkin sesuatu yang sudah langka di jaman ini bisa kumpul sampai generasi kelima...

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih mas bro....
      heem.. sebuah pemberian yang luar biasa dari Yang Maha Kuasa..

      Hapus
  6. . . turut berduka cita kawan. wachhhhhhhhhhhhh,, aq dari kecil gak pernah merasakan memiliki mbah. huhh . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. trims phie....
      tapi tak pernah merasa kehilangan mbah juga kan...

      Hapus
  7. Innalillahi wa'inna ilaihi Raji'un..
    semua kembali pada-Nya

    BalasHapus
  8. Innalilahi wa inna ilaihi rojiun Kang. Subhanalloh meninggal di hari jum'at yang Insya Alloh bebas dari fitnah kubur (wallohu'alam), apalagi ini bulan puasa.

    Begitulah kehidupan para pini sepuh terdahulu yang selalu sumeleh, tanpo grusa-grusu kesusu, selalu ngalah dan andap asor dan selalu silaturrahim, yang semua membawa kebaikan untuk jiwa raga. Emosi, kebrangas dan sifat sifat kurowo lah yang membuat orang cepet tua dan berpenyakitan

    Kang Usul:
    Kalo bisa backgroundnya jangan item dan fontnya kuning, soale saya agak bermasalah membacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. aminn... terimakasih pakde... mohon doa nya, semoga diberi kemudahan dalam perjalanan kembali kepada Yang Menciptakan..

      Insya Allah tak coba ganti tampilannya.. semoga cepet-cepet ada waktu...

      Hapus
  9. Simbah sampeyan termasuk mimiliki umur panjang...
    Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un. Moga simbah mendapat ketenangan di sana

    BalasHapus
  10. Kunjungan Malam ini sambil joint follow ke 10 biar rame mas..... balik ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. trims pakde.. saya sudah follow...

      Hapus

Sebenarnya blog ini berisi catatan bebas, yang tak berarti apa - apa, jadi jangan terlalu diambil hati. Jika ingin berkomentar mohon berkomentar secara bijak. Suwun..